Menerapkan Program Inovasi Dalam Pembinaan Lapas High Risk Pasir Putih Dapat Penghargaan

by
id-ID

NUSAKAMBANGAN, KANAL BANYUMASAN – Sabtu (4/12), Narapidana teroris merupakan narapidana kelas berat karena pemahaman mereka sudah sangat radikal dan menyimpang dari pedoman Negara Indonesia yaitu pancasila. Oleh karena itu perlu adanya penanganan dan memberikan pembinaan sera pendekatan yang khusus kepada narapidana teroris seperti yang dilakukan pada lapas high risk pasir putih dengan memberikan program inovasi dalam melakukan pembinaan pada narapidana terorisme.

Kepala Lembaga Pemasyarakatan High Risk Pasir Putih Nusakambangan, Fajar Nur Cahyono sangat mendukung program pembinaan inovasi yang telah dijalankan oleh pegawai bagian pembinaan dalam membina dan menurunkan tingkat radikalisasi mereka. Beliau juga sangat berterima kasih kepada pegawai karena telah bekerja keras dan bersabar dalam membina narapidana teroris sehingga program inovasi pembinaaan bisa terus berjalan.

Program inovasi dalam melakukan pembinaan di lapas high risk pasir putih kepada narapidana teroris dijalankan untuk membina para napiter agar bisa menurunkan tingat radikalisme mereka atau bahkan membuat mereka sadar bahwa apa yng mereka lakukan itu salah dan mau kembali lagi ke pangkuan NKRI. Program ini dilakukan baik dengan berhadapan langsung dan melakukan diskusi, maupun dengan cara memberikan buku bacaan yang sudah dilakukan penyeleksian mana yang boleh dimasukan ke kamar hunian dan mana yang tidak boleh.

Dengan kegigihan para pegawai lapas high risk pasir putih, khususnya bagian pembinaan dalam menjalankan program inovasi tersebut, maka lapas high risk pasir putih berhak mendapatkan penghargaan dari dirjenpas langsung dengan kategori program inovasi berdasarkan surat keputusan Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM Nomor PAS-91.UM.01.03 Tahun 2021 tentang pemberian penghargaan kepada lembaga pemasyarakatan yang mendukung kinerja pemasyarakatan dalam pembinaan narapidana teroris tahun 2021.

Komentar