Rapimnas-1 PPP: Strategi Merebut Generasi Milenial di Pemilu 2024

Aji Setiawan DPC Sekretaris PPP Purbalingga
Aji Setiawan DPC Sekretaris PPP Purbalingga

Fusi politik ini dinilai dapat menyatukan berbagai kelompok dan faksi Islam di Indonesia, serta menyederhanakan sistem kepartaian di Indonesia saat itu.

Sebagai partai politik yang hampir berusia setengah abad, tentu sudah matang dalam melakukan proses regenerasi kepemimpinan.

Dalam Muktamar IX PPP yang akan berlangsung dari 18-21 Desember 2020 di Makassar, Sulawesi Selatan telah mengamanahkan H. Suharso Monoarfa sebagai ketum DPP PPP.

Pengurus DPP PPP kali ini tergolong ramping, dan banyak di isi anak muda tentu harapannya bisa merebut simpati generasi Z dan milenial. Dengan program strategis partai dalam sebuah tema Muktamar yakni membina persatuan, membangun Indonesia.

Dualisme kepemimpinan PPP dianggap selesai dalam Rapimnas 1 PPP kali ini dan tidak ada kubu-kubuan selepas Muktamar.

Agenda yang paling mendesak saat ini dilakukan menuju Pemilu 2024 adalah memperkuat kepengurusan di berbagai tingkatan untuk segera menyambut Pemilu 2024.

Melihat perolehan suara PPP yang dalam hitungan terakhir yang merosot tajam menjadi bahan evaluasi agar dalam Rapimnas I PPP segera berbenah diri kembali merebut simpati umat dengan agenda-agenda keumatan dalam bingkai membangun Indonesia.

Agar PPP tumbuh besar, PPP ke depan harus siap mengakselerasi diri menjadi partai bisa diterima di semua kalangan; santri, pekerja, pemuda, buruh, petani. nelayan, perempuan dan terutama sekali Generasi Z(pemilih pemula) dan kalangan milenial.

Mau tidak mau, PPP yang selama ini dianggap sebagai partai orang tua (old generation), kolot dan tradisional harus merubah diri dengan brand baru PPP sebagai partainya anak muda, modern, smart dan milenial. PPP mendatang harus bisa merebut ceruk terbesar dari kalangan milenial masuk ke dalam PPP. Tentu tantangan ini tidak mudah.

Tampilkan Semua
Cilacap Info
IKUTI BERITA LAINNYA DIGOOGLE NEWS

Berita Terkait