<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" >

<channel>
	<title>Kumpulan Pos Nelayan &#8211; Fokus Kanal Banyumasan</title>
	<atom:link href="https://kanal.cilacap.info/tag/nelayan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://kanal.cilacap.info</link>
	<description>Media Online Masa Kini, Akurat, Mengedepankan Etika</description>
	<lastBuildDate>Tue, 02 Jan 2024 01:26:46 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	
<image>
<url>https://img.cilacap.info/images/kanal/favicon-32x32.png</url><title>Kumpulan Pos Nelayan &#8211; Fokus Kanal Banyumasan</title>
<link>https://kanal.cilacap.info</link>
<width>32</width><height>32</height><description>Fokus Berita Barlingmascakeb</description>
</image>
	<item>
		<title>BMKG Cilacap Gelar Sekolah Lapang Cuaca Nelayan</title>
		<link>https://kanal.cilacap.info/ci-32672/bmkg-cilacap-gelar-sekolah-lapang-cuaca-nelayan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Cilacap.info]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 15 Oct 2020 18:48:46 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[BMKG]]></category>
		<category><![CDATA[Cilacap]]></category>
		<category><![CDATA[HNSI Cilacap]]></category>
		<category><![CDATA[Nelayan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kanal.cilacap.info/ci-32672/bmkg-cilacap-gelar-sekolah-lapang-cuaca-nelayan</guid>

					<description><![CDATA[CILACAP.INFO &#8211; Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap, menggelar Sekolah Lapang Cuaca Nelayan (SLCN) Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah Tahun 2020.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://kanal.cilacap.info" aria-label="Fokus Kanal Banyumasan">CILACAP.INFO</a> &#8211; Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap, menggelar Sekolah Lapang Cuaca Nelayan (SLCN) Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah Tahun 2020.</p>
<p>Dalam kegiatan yang berlangsung di Gedung DPC HNSI pada Selasa, (13/10). Kegiatan ini juga dihadiri oleh Anggota DPR-RI Komisi V Hj. Novita Wijayanti SE, MM, Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah David Ishaq Aryadi, SE, MM, Wakil DPRD Kab. Cilacap Purwanti, S.Pd, Anggota DPRD Kab. Cilacap Suyatno, SH, Kepala Pusat Meteorologi Maritim, Eko Prasetyo, M.T., Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Cilacap, Basarnas, Camat Cilacap Selatan, Koramil, Kapolsek, HNSI Kabupaten Cilacap, serta seluruh peserta SLCN Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap sebanyak 25 peserta.</p>
<p>Kegiatan SLCN dibuka dibuka secara virtual oleh Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto, M.Si.dan dilanjutkan pembukaan secara simbolik dengan pemukulan gong oleh Anggota Komisi V DPR RI Hj Novita Wijayanti SE, MM, didampingi oleh Wakil Bupati Cilacap, Kepala Pusat Meteorologi Maritim, dan Kepala Stasiun Meteorologi Cilacap serta dilanjutkan dengan penyerahan cindera mata oleh Kepala Pusat Meteorologi Maritim kepada Wakil Bupati Cilacap dan Anggota Komisi V DPR RI.</p>
<p>Dalam sambutannya, Guswanto menjelaskan bahwa kegiatan SLCN merupakan bentuk respon BMKG terhadap kebutuhan masyarakat akan informasi BMKG. Selain itu SLCN juga menjadi salah satu perantara bagi nelayan terkait informasi cuaca BMKG.</p>
<p>&#8220;Dengan adanya kegiatan ini diharapkan nelayan memahami informasi yang dikeluarkan oleh BMKG sehingga dalam masa pandemi ini, SLCN hadir membantu perekonomian masyarakat pesisir dengan ilmu yang di dapat di Sekolah Lapang Cuaca Nelayan.&#8221; Tutur Guswanto. (*)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/BMKG-Cilacap-Gelar-SLCN-1200x675.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="675">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[BMKG Cilacap Gelar SLCN]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/BMKG-Cilacap-Gelar-SLCN-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[BMKG Cilacap Gelar SLCN]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Komentar Asal di Media Sosial kepada Nelayan, Pemilik Akun di Kebumen Diamankan Polisi</title>
		<link>https://kanal.cilacap.info/ci-32198/komentar-asal-di-media-sosial-kepada-nelayan-pemilik-akun-di-kebumen-diamankan-polisi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Cilacap.info]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 19 Sep 2020 13:42:41 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Kebumen]]></category>
		<category><![CDATA[Kecamatan Ayah]]></category>
		<category><![CDATA[Media Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[Nelayan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kanal.cilacap.info/ci-32198/komentar-asal-di-media-sosial-kepada-nelayan-pemilik-akun-di-kebumen-diamankan-polisi</guid>

					<description><![CDATA[KEBUMEN, KANAL BANYUMASAN &#8211; Bermain Medsos memang mengasyikkan. Tidak hanya kalangan remaja saja, banyak orang dewasa memiliki akun Medsos.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KEBUMEN, <a href="https://kanal.cilacap.info" aria-label="Fokus Kanal Banyumasan">KANAL BANYUMASAN</a></strong> &#8211; Bermain Medsos memang mengasyikkan. Tidak hanya kalangan remaja saja, banyak orang dewasa memiliki akun Medsos.</p>
<p>Saat ini, orang tidak bisa lepas dari Medsos. Hampir setiap menit ataupun jam pasti membuka akun Medsosnya.</p>
<p>Medsos bukan hanya untuk mempublikasikan kegiatan pribadi saja, namun bisa juga sebagai media bersilaturahmi via online.</p>
<p>Namun saat ini perlu berhati-hati saat bermain Medsos. Salah-salah, yang niat awalnya sebagai media bersilaturahmi via online, bisa menjadi sumber masalah karena kurang bijak penggunaannya.</p>
<p>Seperti yang dilakukan oleh warga Desa Kalipoh Kecamatan Ayah Kebumen inisial JU (40) ini misalnya. Karena diduga melontarkan komentar kasar melalui akun Facebooknya, ia nyaris bermasalah dengan komunitas nelayan di Kebumen.</p>
<p>Melalui akun facebook miliknya Uweweuweweuwewe Ossas Ngossos, ia mengomentari keberadaan pemecah gelombang yang menurut warga sekitar banyak menyebabkan nelayan kecelakaan.</p>
<p>Namun bukan kritik yang membangun, justru ia meluapkan emosinya karena pernah ada dendam pribadi dengan salah seorang nelayan.</p>
<p>JU juga melontarkan kata-kata kotor yang membuat para nelayan yang tidak tahu menahu ikut terpancing emosi.</p>
<p>Beruntung, informasi itu segera diketahui Bhabinkamtibmas Polsek Ayah Aiptu Suyatno sehingga tersangka segera diamankan ke Polsek sebelum para nelayan mendatanginya.</p>
<p>Mengetahui diamankan polisi, pada hari Jumat (18/9) sore, para nelayan mendatangi Mapolsek Ayah. Para nelayan meminta penjelasan JU terkait postingannya yang membuat gaduh itu.</p>
<p>&#8220;Jadi saat di Medsos mulai ramai, kita cari pemilik akun itu dan kita amankan. Ini dilakukan untuk menghindari main hakim sendiri,&#8221; jelas Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan saat dikonfirmasi, Sabtu (19/9).</p>
<p>Pada saat dimediasi antara Kapolsek Ayah AKP Heru Sanyoto, Bhabinkamtibmas dan Babinsa Koramil setempat akhirnya ada kesepakatan damai.</p>
<p>Diantara JU harus melakukan permohonan maaf secara pribadi dan direkam, selanjutnya ia diberi sanksi sosial desa setempat dengan melakukan bersih-bersih Masjid.</p>
<p>Selanjutnya, para nelayan juga harus menerima permohonan maaf JU, sembari menyesali perbuatannya dan tidak ada mempermasalahkan kasus itu di kemudian hari.</p>
<p>&#8220;Akhirnya berkat sigapnya Bhabinkamtibmas dan Babinsa, masalah ini bisa berakhir dengan damai,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Adanya peristiwa itu, Kapolres berpesan kepada seluruh masyarakat untuk bijak dalam bermedia sosial. &#8220;Gunakan Medsos secara bijak dan sewajarnya. Semua harus saling menghormati, meski melalui Medsos,&#8221; ujar AKBP Rudy. (*)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/para-nelayan-dan-polsek-ayah-kebumen-1200x675.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="675">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[para nelayan dan polsek ayah kebumen]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/para-nelayan-dan-polsek-ayah-kebumen-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[para nelayan dan polsek ayah kebumen]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
		<item>
		<title>Mitos Bulan Suro dan Laut Selatan Jawa</title>
		<link>https://kanal.cilacap.info/ci-17782/mitos-bulan-suro-dan-laut-selatan-jawa</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Muhammad Huda]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 17 Sep 2019 11:47:54 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Cilacap]]></category>
		<category><![CDATA[Nelayan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kanal.cilacap.info/ci-17782/mitos-bulan-suro-dan-laut-selatan-jawa</guid>

					<description><![CDATA[CILACAP.INFO &#8211; Bulan suro atau Syura adalah bulan yang masuk dalam kalender islam bertepatan dengan Muharram. Sedangkan bulan muharram bagi masyarakat muslim merupakan tahun baru islam.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://kanal.cilacap.info" aria-label="Fokus Kanal Banyumasan">CILACAP.INFO</a> &#8211; Bulan suro atau Syura adalah bulan yang masuk dalam kalender islam bertepatan dengan Muharram. Sedangkan bulan muharram bagi masyarakat muslim merupakan tahun baru islam.</p>
<p>Namun masyarakat di indonesia masih mempercayai bahwa bulan suro adalah bulan yang sakral dan keramat. Hal-hal terkait Fenoma mistis dan ghaib pada bulan ini juga dikaitkan.</p>
<p>Konon, apabila pada bulan ini menemukan uang sebaiknya tidak di ambil, pasalnya jika diambil maka akan berdampak pada hal-hal yang tidak diinginkan.</p>
<p>Jangan sendirian ketika berada di suatu tempat, pasalnya bisa diculik oleh makhluk tak kasat mata. Wallahu&#8217;alam.</p>
<p>Ngerinya pantai selatan jawa yang langsung berhadapan dengan samudera hindia. Ombaknya terkenal cukup tinggi dan karena ombak nya yang tinggi itu, tak ayal jika sebentar lagi Pantai Widarapayung di Kecamatan Binangun akan ada Event Berselancar tingkat nasional.</p>
<p>Sering terjadi gempa bumi di laut barat daya cilacap, dan bisa menjalar juga dirasakan hingga daerah yang dekat dengan pesisir selatan jawa.</p>
<p>Mitos di bulan syuro juga masih dipercaya oleh sebagian masyarakat di pesisir selatan jawa. Apabila waktu bulan syuro maka ada baiknya tidak melaut karena rawan.</p>
<p>Begitulah kisah dan komentar dari para netizen ketika membaca berita 2 Nelayan hilang di pantai Lengkong, Mertasinga, Kecamatan Utara.</p>
<p>Basarnas Pos Sar Cilacap Mulwahyono mengerahkan Timnya beserta perlengkapan untuk menyesuri pantai lengkong.</p>
<p>Seperti dikatakan bahwasanya 2 orang nelayan hilang ketika hendak kembali dari mencari ikan. Namun nahas, perahu yang mereka tumpangi terhantam ombak dan terbalik Senin 16 September 2019 kemarin.</p>
<p>Perahu yang berisikan 3 nelayan itu, 1 di antaranya selamat sedang 2 lainnya tenggelam tergulung ombak pantai selatan jawa.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured-1200x675.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="675">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[cilacap info featured]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[cilacap info featured]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
	</channel>
</rss>
