<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" >

<channel>
	<title>Kumpulan Pos Padi &#8211; Fokus Kanal Banyumasan</title>
	<atom:link href="https://kanal.cilacap.info/tag/padi/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://kanal.cilacap.info</link>
	<description>Media Online Masa Kini, Akurat, Mengedepankan Etika</description>
	<lastBuildDate>Wed, 24 Mar 2021 02:39:53 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	
<image>
<url>https://img.cilacap.info/images/kanal/favicon-32x32.png</url><title>Kumpulan Pos Padi &#8211; Fokus Kanal Banyumasan</title>
<link>https://kanal.cilacap.info</link>
<width>32</width><height>32</height><description>Fokus Berita Barlingmascakeb</description>
</image>
	<item>
		<title>PPP Tegas Tolak Impor Beras</title>
		<link>https://kanal.cilacap.info/ci-37747/ppp-tegas-tolak-impor-beras</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Cilacap.info]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 23 Mar 2021 16:29:19 +0000</pubDate>
				
		<category><![CDATA[Beras]]></category>
		<category><![CDATA[DPC PPP Purbalingga]]></category>
		<category><![CDATA[Impor Beras]]></category>
		<category><![CDATA[Padi]]></category>
		<category><![CDATA[PPP]]></category>
		<category><![CDATA[Purbalingga]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kanal.cilacap.info/ci-37747/ppp-tegas-tolak-impor-beras</guid>

					<description><![CDATA[PURBALINGGA,  aria-label="Fokus Kanal Banyumasan">KANAL BANYUMASAN &#8211; Jatuhnya harga gabah basah di tingkatan petani yang hanya kisaran Rp 350.000-430.000 di kalangan petani yang sedang panen raya ditambah isu impor beras oleh Menteri Perdagangan, membuat banyak petani menjerit.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PURBALINGGA, <a href="https://kanal.cilacap.info" aria-label="Fokus Kanal Banyumasan">KANAL BANYUMASAN</a></strong> &#8211; Jatuhnya harga gabah basah di tingkatan petani yang hanya kisaran Rp 350.000-430.000 di kalangan petani yang sedang panen raya ditambah isu impor beras oleh Menteri Perdagangan, membuat banyak petani menjerit.</p>
<p>Dari Februari 2021 saja, sudah 300.000 HET gabah padi basah. Tapi itu di daerah yang sedang panen raya. Alasannya, padinya jelek akibat kebanjiran.</p>
<p>&#8220;Di daerah saya ada yang belum panen, ada sebagian yang sudah panen. HET gabah kering basah di tingkat petani yang ideal itu bisa Rp 430.000, &#8221; kata Warsono dan Aji Setiawan, petani asal Purbalingga.</p>
<p>Sementara gabah kering, lanjut Warsono, padi siap giling yang ideal Rp 500-530 ribu/kwintal. Memang tidak rasional, bertanam padi itu rugi. Harga bibit, obat, pupuk, biaya produksi mahal, harga produksi rendah.</p>
<p>Sudah break event point&#8217; saja itu sudah rugi. Apabila harga gabah normal menurut petani, masih dalam batas kewajaran. Apabila masih rendah, petani tentu menjerit, dan sangat merugikan para petani.</p>
<p>&#8220;Jadi soal HET padi, beras itu akad jual beli petani dan pembeli. Ya memang Saya kira, tengkulak, pedagang beras, importir beras, pemerintah, Bulog, bakul pupuk, pabrik pupuk masih punya nurani,&#8221; kata Aji.</p>
<p>Partai Persatuan Pembangunan (PPP) sangat lantang untuk menyuarakan aspirasi kalangan petani saat ini.</p>
<p>&#8220;Harusnya ada harga rata-rata atau HET yang bisa menjamin petani-petani di masing-masing daerah,&#8221; kata Hj Nurul Hidayah SH,MSi.</p>
<p>Pada saat reses Hj Nurul Hidayah SH, MSI (FPPP DPRD I Jawa Tengah) di Kabupaten Kebumen dan di Kecamatan Karanganyar (Kab Purbalingga), baru-baru ini, petani menolak adanya beras impor.</p>
<p>Dampak dari akan adanya kebijakan impor dan anjloknya harga gabah harusnya disikapi dengan banyak langkah.</p>
<p>Menyelamatkan harga gabah direspon cepat oleh FPPP yang berjuang di berbagai daerah, seperti di DPRD Blora, sudah menetapkan Rp 530.000,- gabah kering siap giling.</p>
<p>Agus Hamim,S.Ag (FPPP Kab Kebumen), H. Inam Bi Rahmatullah (Anggota DPRD II Purbalingga) dan Ngainiricard (FPPP DPRD I Jawa Tengah) sangat vokal menyampaikan aspirasi jeritan petani dimana mengimpor beras itu tidak perlu, karena stok beras di gudang Bulog masih mencukupi.</p>
<p>Hal ini juga oleh PBNU menolak beras impor. &#8220;Stop impor beras. Karena itu akan menyengsarakan petani. Bila pemerintah butuh beras, petani Karawang siap 1 juta ton seperti yang dibutuhkan pemerintah,&#8221; kata KH Said Agil Siradj. (**)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
					<media:content
				url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured.jpg"
				type="image/jpeg"
				medium="image"
				width="1200"
				height="728">
				<media:title type="plain">
					<![CDATA[cilacap info featured]]>
				</media:title>
				<media:thumbnail
					url="https://img.cilacap.info/mediafile/2022/05/10/cilacap-info-featured-100x75.jpg"
					width="100"
					height="75" />
									<media:description type="plain"><![CDATA[cilacap info featured]]></media:description>
													<media:copyright>Redaksi Cilacap.info</media:copyright>
							</media:content>
				</item>
	</channel>
</rss>
