Rapimnas-1 PPP: Strategi Merebut Generasi Milenial di Pemilu 2024

by

PURBALINGGA, KANAL BANYUMASAN – Rapimnas 1 PPP berlangsung dua hari(12-13 Maret) 2021 di Hotel Pullman, Jakarta. Ada banyak agenda dalam Rapimnas I PPP ini, selain menuntaskan rekonsiliasi banyak friksi di tubuh partai. PPP juga menyiapkan strategi khusus untuk menggaet suara Gen Z dan Generasi Milenial pada Pemilu 2024 yang jumlahnya sekitar 60 persen dari total suara pemilih.

“Pemilih di Pemilu 2024 sekitar 60 persen adalah generasi muda yang terdiri dari Gen Z sebanyak 24 persen, dan Generasi Milenial. Gen Z itu baru pertama kali ikut dalam Pemilu dan generasi milenial yang kedua kali ikut pemilu,” kata Ketua Umum DPP PPP Suharso Monoarfa dalam pembukaan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) I PPP di Hotel Pullman, Jakarta, Jumat (12/3/2021).

Ketum ,DPP PPP, H. Suharsoo mengatakan, untuk mencapai target menggaet sebanyak-banyak suara Gen Z dan milenial, PPP telah membentuk 10 departemen di internal partai tersebut yang berisikan anak muda berusia 25 tahun.

Suharso mencontohkan ada Departemen Gen Z Kreatif dan Departemen Karya Milenial, serta masing-masing departemen tersebut memiliki “duta besar” yang memiliki syarat “5G”. “Para duta besar itu harus penuhi kriteria 5G yaitu ‘good looking’, gaul, ‘google student’, Gen Z, dan ‘genah’ yang berarti benar,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Suharso mengingatkan para kadernya untuk memperkuat rasa kebanggaan pada partai untuk menjadi penyemangat kerja-kerja politik ke depan.

Dia mengibaratkan PPP sebagai sebuah maskapai penerbangan, kalau memiliki tingkat kepercayaan tinggi dari masyarakat maka publik akan memilih maskapai tersebut, bukan yang lain. “Kalau PPP seperti maskapai penerbangan, kami jadi pilihan yang dirindukan masyarakat dan ditunggu kehadirannya. Karena itu ‘sense of pride’ PPP itu harus muncul dari diri sendiri,” katanya.

PPP lahir pada 5 Januari 1974 dari hasil fusi politik empat partai Islam. Keempat partai tersebut ialah Partai Nadhlatul Ulama (NU), Partai Muslimin Indonesia (Parmusi), Partai Syarikat Islam Indonesia (PSII), dan Partai Islam Perti.