PURBALINGGA, KANAL BANYUMASAN – Tim SAR Gabungan maksimalkan pencarian terhadap kakek Museni (72) di Hutan Karangmoncol dengan mengerahkan Anjing Pelacak.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan, Muhamad Abdullah melalui Komandan Tim Rescue, Amin Riyanto mengatakan, pada pencarian di hari-hari sebelumnya Tim SAR Gabungan telah menyisir ke tebing hutan, dan sungai hingga drone thermal dioperasikan, namun keberadaan survivor masih belum teridentifikasi.
Sehingga pada hari keenam pencarian terhadap survivor, yakni hari Selasa, 08 Juli 2026, tim SAR Gabungan menerahkan Anjing Pelacak.
“Hari keenam pencarian, BASARNAS dan tim SAR Gabungan menjadi 2 SRU. SRU 1 masih melakukan penyisiran menggunakan anjing pelacak dari Polres Purbalingga, SRU 2 perluas area pencarian sampai ke dusun Kramat, karena sempat dicurigai adanya aktifitas korban sampai ke dusun Kramat,” Ujar Amin Riyanto
Diketahui Kronologi kejadian bermula pada Kronologi pada hari kamis, Unit Siaga SAR Banyumas (02/07) mendapat laporan dari warga terkait adanya seorang lansia bernama Museni (72/L) tidak kembali ke rumah saat berada dikawasan hutan bukit Tobong.
Kemudian meneruskan informasi ke Kantor SAR Cilacap melalui Unit Siaga SAR Banyumas untuk melakukan operasi pertolongan.
Identitas survivor diketahui bernama Museni (72/L) beralamatkan di Ds. Tunjungmulih, Kec. Karangmoncol, Kab. Purbalingga.
Pencarian hari keenam ini BASARNAS bersama tim SAR Gabungan dibagi menjadi 2 SRU. SRU 1 tetap melakukan penyisiran menggunakan anjing pelacak Polres Purbalingga menuju hutan bukit Tobong.
SRU 2 melakukan pencarian hingga ke dusun Kramat. Dari hasil pencarian hari kedua masih nihil, belum diketemukan tanda-tanda keberadaan survivor sehingga pencarian dilanjutkan di hari ketujuh.
“Kendala dan tantangan tim di lapangan adalah minimnya saksi, vegetasi yang rapat dan jalur yang curam. Besar harapan semoga survivor yang masih dalam pencarian dapat segera ditemukan sampai hari terakhir yaitu hari ketujuh,” ungkap Amin Riyanto.
