Masa Hajatan Enggak Boleh? Mantan Wartawan asal Purbalingga Ini Bikin Panas Dingin

oleh

PURBALINGGA, KANAL BANYUMASAN – Dengan adanya Pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) menurut Aji Setiawan, ST yang pernah menjadi jurnalis di beberapa media, hal itu bisa memukul roda ekonomi yang sedang berjalan di Purbalingga.

“Pergerakan laju ekonomi stagnan. Bahkan berkurang sangat jauh,” kata Aji Setiawan.

Dilanjutkan, sekarang pasar sepi, pergerakan lalu lintas saja ngeri. Penumpang nyaris tidak ada. “Jadi pemerintah jangan salahkan masyarakat. Tapi sebaiknya pemerintah memompa stimulus roda ekonomi rakyat. Misalkan pemberian kredit tanpa bunga, meningkatkan daya beli masyarakat, menyediakan pupuk untuk petani,” tegas Aji.

Tentang kerumunan masyarakat, itu hal tidak bisa di hindari terutama di tempat umum seperti jalan raya, terminal, pasar.

“Tetangga saya kemarin mbaranggawe (hajatan). Tetap pakai prokes 3M (mencuci tangan, memakai masker dan menimbulkan kerumunan) ya Ndak papa. Yang penting tidak melapor. Cukup ke KUA.” Jelas Aji Setiawan.

Undang-undang (UU) Perkawinan dan tata cara penyelenggaraannya sudah diatur dengan jelas No 1 tahun 1974 tentang Perkawinan. Yang dilarang itu melakukan resepsi yang mengundang banyak kerumunan orang.

“Selama tidak ketahuan pemerintah, yang datang kondangan bergantian dan tidak menimbulkan kerumunan serta Prokes 3M (cuci tangan, memakai masker, tidak berkerumun saya kira tidak apa-apa.” Kata Aji.

“Selama yang punya hajatan, jangan lapor ke kepala desa. Jangan lapor apa pun dan hanya KUA (Kantor Urusan Agama). Padahal 1000 undangan tetangga saya bikin hajatan. Ya, ora papa (tidak apa-apa).” Pungkas Aji. (*)