Pasar Badhog dan Kuliner Purbalingga

oleh

PURBALINGGA, KANAL BANYUMASAN – Paska relokasi Alun-alun Purbalingga yang selesai pada tahun 2020. Telah terjadi pergeseran pusat jajanan kaki lima yang ada di Purbalingga. Relokasi pedagang kaki lima, sebagian bergeser ke GOR Guntur Purbalingga, Kya Kya Kauman, Pasar Mandiri , Pasar Hartono dan Pasar Segamas. Bahkan sejak Pembangunan Bandara Jensud dikebut,

ada tiga segiemas pusat kuliner di Purbalingga, yakni di komplek pasar Bukateja, Kemangkon dan Pusat kota Purbalingga. Sebagian lagi ada yang berpindah ke Pasar Badhog.

Bagi orang Jawa yang tidak biasa, nama Pasar Badhog terdengar sangat kasar. Badhog memang bahasa Banyumasan paling kasar untuk istilah ‘makanan’ atau ‘jajanan’. Tapi nama Badhog memang sudah melekat pada pasar yang memang banyak menjual aneka jajanan ini.

Lokasinya di Pasar Bancar, timur Kantor Pengadilan Negeri. Pasar ini hanya buka di pagi hari. Pusat keramaian ada di Minggu Pagi atau di pagi hari selama hari libur, kecuali lebaran hari pertama.

Di pasar yang telah ditata rapi ini, akan banyak ditemui beragam jajanan pasar khas mulai dari cenil, lopis, awug-awug, randa keli, cucur, lepet jagung, onde-onde ketan ireng, bolang-baling, cimplung dan sebagainya. Tak hanya jajan pasar, makanan khas seperti buntil, pecel, kluban, bubur sumsum, dan macam-macam makanan lainnya, juga tersedia disini.

“Kalau minggu pagi, saya pasti kesini. Setelah lari-lari trus beli jajan,” ujar Nur (16) salah satu pelajar dari Desa Jatisaba. Nur biasanya datang bersama teman-temannya untuk memilih aneka jajanan favorit sebagai pengganti sarapan.

Banyak juga ibu yang sengaja datang ke Pasar Badhog untuk membeli makanan jadi, karena tak sempat memasak di rumah. Seperti Darsi (33) yang kerap membeli nasi uduk untuk bekal sekolah anaknya.