PURBALINGGA, KANAL BANYUMASAN – Berbagai upaya dilakukan oleh Tim SAR Gabungan guna mengidentifikasi keberadaan seorang lansia yang hilang di Hutan Karangmoncol, salah satunya dengan menggunakan drone thermal.
Namun pada hari kedua pencarian, yakni Jumat (03/07) terhadap survivor yang diduga tersesat di hutan bukit Tobong, Kecamatan Karangmoncol, Kabupaten Purbalingga masih nihil atau belum ditemukan tanda-tanda keberadaan survivor.
“Hari kedua pencarian, BASARNAS dan tim SAR Gabungan menjadi 2 SRU. SRU 1 melakukan penyisiran close grid di area terakhir survivor terlihat, SRU 2 melakukan pencarian via drone, dan menganalisa tingkat resiko jalur yang memiliki banyak lembah curam,” kata Amin Riyanto selaku Komandan Tim Rescue, Sabtu, 04 Juli 2026.
Diketahui Kronologi kejadian bermula pada Kronologi pada hari kamis, Unit Siaga SAR Banyumas (02/07) mendapat laporan dari warga terkait adanya seorang lansia bernama Museni (72/P) tidak kembali ke rumah saat berada dikawasan hutan bukit Tobong.
Kemudian meneruskan informasi ke Kantor SAR Cilacap melalui Unit Siaga SAR Banyumas untuk melakukan operasi pertolongan.
Identitas survivor diketahui bernama Museni (L/72) beralamatkan di Ds. Tunjungmulih, Kec. Karangmoncol, Kab. Purbalingga.
Pencarian hari kedua ini BASARNAS bersama tim SAR Gabungan dibagi menjadi 2 SRU. SRU 1 melakukan penyisiran menggunakan 2 perahu LCR dari titik LKP menuju hutan bukit Tobong dengan radius 2km, SRU 3 melakukan analisa jalur krusial dan lembah curam menggunakan drone.
Dari hasil pencarian hari kedua masih nihil, belum diketemukan tanda-tanda keberadaan survivor sehingga pencarian dilanjutkan di hari ketiga.
“Kendala dan tantangan tim di lapangan adalah minimnya saksi, vegetasi yang rapat dan jalur yang curam. Besar harapan semoga survivor yang masih dalam pencarian dapat segera ditemukan,” tutupnya.
