Dan mega proyek ini telah membuka peluang usaha pasokan bahan bangunan dari sekitar seperti batu-bata, pasir, tanah urug, batu kali, kayu, bambu, papan, dan lain-lain. Artinya, keberadaan bandara ini akan memacu pertumbuhan ekonomi sekitar khususnya Kabupaten Purbalingga.
Pendapatan Asli Daerah (PAD) pasti juga akan naik signifikan dari sektor pariwisata, industri, perdagangan, pajak dan retribusi. Investor juga akan berdatangan untuk membuka usaha dan industri baru di sini. Lapangan pekerjaan akan bertambah dan ekonomi berputar.
Bandara udara Jend Soedirman ini juga sangat besar dampaknya bagi eksistensi Purbalingga sebagai kota agrowisata, industri dan pertanian .
Dengan jumlah arus pengunjung yang saat ini tumbuh sangat pesat di Banyumas yang sudah mendekati angka 4 juta pergerakan orang per tahun.
Purbalingga, paling tidak dengan keberadaan BJS ini bisa menampung 1,5 –2 juta penumpang per tahun.
Karena itulah BJS ini didesign mampu melayani 6 penerbangan per hari dan 1,5 juta pengunjung setahun. Dengan kunjungan sebanyak itu diharapkan akan membanjiri pengunjung ke obyek wisata yang ada di Purbalingga dan sekitarnya.
Industri pendukung wisata seperti hotel, transportasi, travel, catering juga akan semakin bertumbuh pesat.
Tambahan 1 juta kunjungan wisatawan adanya bandara tersebut. Perputaran ekonomi pun diprediksi akan mencapai Rp 3 Trilyun dalam setahun.
Untuk mencapai target kenaikan kunjungan wisata,maka rute pariwisata tidak saja terkonsentrasi di Purbalingga saja. Perlu juga pengembangan rute baru jalan dari airport ke destinasi wisata yang ada dan ada jalan tembus menuju Borobudur dengan melewati rute darat lewat Banjarnegara-Wonosobo-Temanggung-Magelang.
Dengan ikon Borobudur, tentunya target tersebut sangat masuk akal. Untuk itulah rencana pemerintah selanjutnya membangun infrastruktur jalan dari airport menuju ke Candi Budha terbesar itu.
Inilah pembangunan infrastruktur pariwisata masa depan yang sedungguhnya. Akan tetapi itu tidak gampang, karena di Indonesia, atraksinya bagus sementara aksesnya kurang dan sarana serta infrastrukturnya masih dalam taraf pengembangan.
Pembangunan infrastruktur BJS selama ini diharapkan juga untuk menarik investor yang selama ini hanya tertumpuk di Bali saja.
Selain investor perputaran uang dari wisatawan manca yang masuk, harga tanah juga akan mengalami kenaikan.
Terutama di kawasan yang dekat bandara atau jalur baru menuju akses ke luar daerah seperti sepanjang jalan tembus ke Banjarnegara dan Kab Banyumas.(***)
Tampilkan Semua
