Anak muda, lanjut Balqis, tidak boleh sekadar jadi obyek politik. Tapi harus menjadi subyek. Maka harus kritis dan berani untuk memperjuangkan nasib dan masa depannya.
“Jadi makna demokrasi di mata millenial adalah, lahirnya anak-anak muda yang tidak alergi dengan politik. Tidak malas berkreasi, tidak mati dalam berinovasi. Dan saya sebagai wakil rakyat siap bersama anak milenial mewujudkan harapan itu, untuk Indonesia yang lebih maju,” tutupnya. (***)
Baca juga:
Semarak CRM Unggulan Tingkat Jawa Tengah: Ajang Prestasi Cabang, Ranting, dan Masjid Muhammadiyah

