BANJARNEGARA, KANAL BANYUMASAN — Akses jalan kabupaten yang menghubungkan dua desa di Banjarnega Jawa Tengah yang sempat ditutupi longsoran tanah, kini sudah bisa dilalui kembali.
Diketahui bahwa wilayah di Banjarnegara diguyur hujan deras yang mengakibatkan terjadinya tanah longsor yang menutup jalan penghubung Desa Petuguraan ke Desa Jembangan di Kecamatan Punggelan, Kabupaten Banjarnegara.
Namun kini telah kembali normal dan dapat dilalui oleh kendaraan roda dua maupun roda empat setelah sebelumnya tertutup total akibat longsor yang cukup besar.
Kepala pelaksana BPBD Banjarnegara, Aji Piluroso menerangkan, kejadian bermula pada hari Sabtu (16/5) sore, sekitar pukul 15.00 WIB.
Saat itu hujan deras yang mengguyur Kecamatan Punggelan dan sekitarnya menyebabkan terjadinya tanah longsor di Dusun Jombok Jojogan RT 03 RW 06, Desa Petuguraan.
“Lereng bukit yang memiliki kemiringan ekstrem lebih dari 85 derajat runtuh ke arah barat laut, menutup seluruh badan jalan desa sepanjang 200 meter,” teang Aji Kamis, 21 Mei 2026.
Ketebalan material tanah yang tercampur dengan bebatuan dilaporkan mencapai 20 hingga 80 sentimeter, yang menimbulkan kekhawatiran mengingat lokasi longsor hanya berjarak 50 hingga 100 meter dari pemukiman padat.
Merespons insiden ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjarnegara bersama Palang Merah Indonesia (PMI) dan relawan segera bergerak untuk menangani situasi di lokasi.
“Untuk mempercepat proses pembersihan, satu unit alat berat milik BPBD dikerahkan guna mengangkat material longsor yang tebal dari badan jalan,” imbuhnya.
Selain penugasan alat berat, upaya pemulihan juga didukung oleh kegiatan kerja bakti massal secara gotong royong oleh masyarakat setempat dengan bantuan para relawan.
“Untuk membersihkan sisa-sisa tanah licin yang dapat membahayakan pengendara, dua unit armada tangki air dari BPBD dan PMI digunakan untuk menyemprot dan membilas permukaan jalan secara intensif,” kata Aji.
BPBD juga memastikan kelancaran aksi gotong royong ini dengan menyalurkan bantuan logistik untuk memenuhi kebutuhan fisik warga dan relawan selama kegiatan berlangsung.
Berkat kolaborasi dan kerja keras tim gabungan serta masyarakat, proses evakuasi dan pembersihan material dapat diselesaikan dengan baik.
“Jalur yang menghubungkan kedua desa tersebut resmi dinyatakan telah bersih dan kembali aman dilalui oleh kendaraan roda dua (KR 02) maupun roda empat,” pungkasnya.


